Ade Roni Information Technology Enthusiast, akan merasa senang jika bisa saling bertukar knowledge tentang teknologi, programming dan blogging.

Aturan Bahasa Pemrograman : Statement, Whitespace dan Komentar

4 min read

Aturan Penulisan Bahasa Pemrograman

Aturan Bahasa Pemrograman – Setiap bahasa pemrograman memiliki aturannya masing-masing seperti bagaimana cara menulisnya, penggunaan huruf besar dan kecil, keyword apa yang sudah ada di bahasa tertentu, dan lainnya. Sedangkan untuk mengakhiri baris kode, beberapa bahasa pemrograman sering menggunakan tanda baca semicolon alias titik koma, namun ada pula yang tidak. Kaidah-kaidah itulah yang dinamakan sintaks.

Sintaks merupakan aturan-aturan yang ada dalam bahasa pemrograman. Sintaks harus benar-benar dipatuhi aturannya supaya kode kita berjalan dengan baik. Di beberapa bahasa pemrograman sintaksnya ada yang hampir sama ada juga yang jauh berbeda.

Aturan Bahasa Pemrograman Cara Menulis Kode Program Yang Benar

Berikut ini beberapa aturan umum yang harus diperhatikan dalam menulis kode program.

Case Sensitive vs Non Case Sensitive

Kebanyakan bahasa pemrograman saat ini bersifat case sensitive. Artinya, setiap penulisan huruf kapital pada sebuah kode akan berpengaruh. Misalnya jika kita memiliki variabel bernama nama dan Nama, dalam kasus case sensitive kedua variabel tersebut merupakan entitas yang berbeda. Sedangkan kode yang bersifat non Case Sensitive berarti sebaliknya. Penulisan huruf kapital tidak akan terpengaruh dengan penulisan huruf besar atau kecil.

Menulis program tidak seperti menulis surat atau email. Walaupun secara arti sama dan maksudnya sama, tetapi hasilnya akan berbeda. Jika Anda melakukan kesalahan dalam penulisan huruf kapital, berimbas pada hasil berupa pesan error atau sering disebut “syntax error.” Namun, jika penulisan Anda benar, maka kode Anda akan terbaca oleh compiler atau interpreter dengan baik tanpa error.

Lalu apakah ada bahasa pemrograman yang non case sensitive? Tentu ada, contohnya seperti Pascal dan Fortran. Bahasa pemrograman tersebut tidak mempermasalahkan penulisan huruf besar dan kecil.

Menulis Statement

Seperti yang kita ketahui, program komputer terdiri dari kumpulan instruksi tunggal yang berkaitan satu sama lain. Dalam aturan menulis sebuah kode pemrograman, instruksi yang ditulis di sebuah program untuk memerintahkan bagaimana program akan berjalan disebut dengan istilah statement atau pernyataan.

Statement merupakan unsur dasar pembentuk program. Suatu program terdiri dari beberapa statement dimana komputer akan melakukan tugas tertentu sesuai dengan urutan statement. Statement ada tiga jenis, yaitu : expression statement, compound statement, control statement.

Expression statement adalah suatu expression yang diikuti dengan tanda titik koma (;).
Compound statement adalah adalah dua atau lebih statement yang dikelompokkan menjadi satu dengan cara memberi batas tanda kurung awal dan tanda kurung akhir, sehingga tidak perlu diakhiri dengan tanda titik koma pada akhir dari compound.
Control statement adalah statement yang mengendalikan langkah-langkah program, contohnya for loop, while loop, dan if-else.

Sebuah statement harus jelas dan lengkap. Maksud dari lengkap adalah menjelaskan tentang hasil yang ingin dicapai. Jika statement yang ditulis tidak lengkap, maka program tidak akan berjalan lancar.

Mengakhiri Statement

Semicolon atau titik koma merupakan ciri khas dari sintaks bahasa pemrograman seperti C, C++, Java, dan beberapa bahasa pemrograman lainnya. Fungsi dari semicolon adalah untuk mengakhiri sebuah statement. Statement tidak selalu pendek. Ada juga yang panjang dan harus dipisahkan menjadi beberapa baris supaya mudah dibaca. Perhatikan pseudocode di bawah ini.

Statement satu;
Statement dua;
Statement tiga;
Statement empat ternyata cukup panjang dan harus
    dipisah ke baris berikutnya
    supaya mudah dibaca;
Statement lima;
Statement enam;

Nah, setiap statement pada contoh ilustrasi di atas akan diakhiri dengan semicolon. Jika statement terlalu panjang maka bisa dipisah ke baris selanjutnya supaya mudah dibaca. Namun, semicolon tetap harus berada di akhir dari statement tersebut seperti contoh statement empat di atas. Inilah kaidah dalam bahasa pemrograman seperti C, C++, Objective C, Java, dan PHP di mana Anda wajib menggunakan semicolon untuk mengakhiri statement. Kurangnya tanda semicolon (;) akan menyebabkan program gagal/error untuk dijalankan.

Whitespace dalam Pemrograman

Whitespace saat kita mengetik kode biasanya berupa spasi atau tab untuk indentasi. Selain itu kita juga menggunakan enter dan ada baris kosong untuk membedakan setiap kode yang ada. Sebenarnya seberapa berpengaruh whitespace pada kode yang kita tulis?

Perhatikan contoh kode menggunakan bahasa pemrograman php di atas. Kira-kira jika diubah menjadi seperti di bawah ini apakah akan mempengaruhi hasil akhirnya?

Kebanyakan bahasa pemrograman tidak terlalu memperhatikan whitespace. Sehingga jika kita menambahkan tiga sampai lima baris kosong atau menambahkan spasi sebanyak mungkin juga tidak masalah.

Namun, whitespace juga penting untuk formatting kode program kita supaya lebih mudah dipahami. Mungkin jika kode yang dibuat hanya beberapa baris dan menggunakan whitespace yang tidak beraturan masih bisa dipahami. Tetapi jika kode yang dibuat kompleks sampai ratusan baris atau lebih, maka harus memperhatikan whitespace supaya setiap baris kodenya bisa dipahami.

Penggunaan whitespace yang rapi juga memungkinkan programmer lain tidak kebingungan saat ingin memperbaiki atau menambahkan fitur lainnya. Penggunaan indentasi juga berkaitan dalam kurung kurawal dalam sebuah kode. Biasanya sering kita temui dalam sintaks bahasa C, C++, Java, PHP dan lainnya.

Biasanya setelah ada kurung kurawal, maka baris selanjutnya menjorok ke dalam indentasinya. Hal ini bertujuan untuk membedakan setiap grup atau blok kode dengan lainnya supaya lebih mudah terbaca. Sehingga statement yang ada dalam kurung kurawal tersebut harus memenuhi kondisi sebelumnya. Jika tidak, maka statement tersebut tidak akan dijalankan.

Whitespace pada Python

Terlepas dari itu semua, ada bahasa pemrograman yang sangat sensitif dengan whitespace. Jadi tidak semua bahasa pemrograman mengabaikan dengan whitespace, contohnya adalah Python. Ketika menambahkan indentasi atau baris baru terhadap sebuah kode akan berpengaruh terhadap hasilnya nanti.

Penulisan Whitespace pada Python

Hasilnya akan berbeda dengan contoh di bawah ini.

Penulisan Whitespace pada Python

Pada bahasa pemrograman Python, hasil dari kode pertama dan kedua di atas akan berbeda. Indentasi pada Python sangat penting untuk menentukan setiap statement yang ada. Sehingga ketika ada indentasi yang sama posisinya maka dianggap sebuah statement yang sama.

Pada kode pertama jika skor saat ini lebih besar dari highScore yang ada maka akan mengeksekusi dua statement di bawahnya yang memiliki indentasi yang sama. Sedangkan statement terakhir merupakan statement yang berbeda dan di luar dari kondisi currentScore lebih besar dari highScore. Jadi, walaupun kondisi currentScore > highScore terpenuhi atau tidak, maka tetap mencetak “Terima kasih.”

Sebaliknya, pada kode kedua memiliki tiga statement untuk kondisi currentScore > highScore. Jadi ketika kondisi currentScore > highScore terpenuhi, maka ketiga statement di bawahnya akan dieksekusi. Namun, jika tidak terpenuhi maka tiga statement tersebut tidak akan dieksekusi.

Jadi whitespace sangat diperhatikan dalam Python, bukan sekedar pemanis saja. Karena setiap indentasi pada Python sangat penting untuk memisahkan blok kode atau statement yang dijalankan.

Memberi Komentar pada Kode Program

Sangat penting untuk menuliskan sebuah source code yang mudah dibaca. Walaupun tidak paham teknisnya tetapi kita wajib paham bagaimana potongan kode itu berjalan. Maka dari itu kita dapat menambahkan komentar pada beberapa baris statement yang dirasa cukup penting untuk dijelaskan.

Selain itu komentar dalam kode program juga berguna untuk memahaminya kembali ketika sudah lama tidak membuka kode tersebut. Misalnya setelah 2 tahun berlalu, Anda berencana untuk menambahkan fitur dan membuka kode lama tersebut. Kemungkinan Anda sedikit lupa tentang baris-baris kode yang ada di sana. Jika dulu Anda telah menambahkan komentar, maka Anda bisa terbantu untuk memahaminya kembali.

Sintaks dalam Komentar

Penulisan komentar paling umum diawali dengan tanda double slash (“//”). Double slash merupakan sintaks untuk menambahkan komentar yang biasa ditemui di beberapa bahasa pemrograman seperti, C, C++, Java, JavaScript, PHP, dan beberapa bahasa pemrograman lainnya. Kita tidak perlu khawatir panjang karakter dalam pembuatan komentar karena tidak ikut diproses oleh compiler, sehingga tidak mempengaruhi jalannya program. Beberapa simbol untuk komentar dalam beberapa bahasa pemrograman antara lain.

BahasaSintaks Komentar
C, C++, Java, JavaScript, PHP// (double slashes)
Ruby, Python, Perl, UNIX Shell(hash sign)
MySQL, MariaDB, Ada— (double dashes)
Visual Basic‘ (apostrophe)

Sintaks komentar di atas digunakan untuk satu baris saja. Jika kita menulis komentar yang panjang maka bisa menggunakan block comment. Sintaks yang digunakan untuk menuliskan block comment juga berbeda. Berikut beberapa contohnya.

BahasaSintaks Komentar
C, C++, Java, JavaScript, PHP/* . . . */
Pascal(* . . . *) atau { . . . }
Forth( . . . )
HTML

Demikian pembahasan mengenai Aturan Bahasa Pemrograman yang meliputi case sensitive, statement, whitespace dan panulisan komentar. Semoga bermanfaat.

Ade Roni Information Technology Enthusiast, akan merasa senang jika bisa saling bertukar knowledge tentang teknologi, programming dan blogging.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *